Assalamu’alaikum
wr.wb
Pada
kesempatan kali ini saya akan memaparkan Arsip-arsip yang saya punya dan
yang saya ketahui. Yaitu mengenai arsip
pribadi, arsip kelompok, arsip organisasi, dan arsip bernegara &
bermasyarakat. Tapi untuk yang arsip pribadi itu sudah saya ceritakan dan
paparkan sebelumnya yaitu mengenai silsilah pendidikan dan silsilah keluarga
silahkan bisa dicek di Arsip Blog saya.
1.
ARSIP
KELOMPOK
Kali ini saya akan mengulas mengenai Arsip Kelompok
saya. Menurut KBBI Kelompok diartikan sebagai kumpulan, golongan, kumpulan
manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adat-istiadat dan sistem
norma yang mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu. Menurut saya
kelompok yaitu kumpulan manusia yang saling berinteraksi dan mempunyai
kepentingan yang sama atau memiliki tujuan yang sama.
Kelompok itu macam-macam ada kelompok bermain,
kelompok belajar, kelompok mengaji, kelompok se-daerah, dll. Saya memiliki
kelompok bermain, awalnya itu kami bergabung dari kelas VIII SMP sampai saat
ini kami sering berkumpul kami juga suka sekali baca novel kita sering tukar
novel satu sama lain. Kami terdiri dari 4 orang termasuk saya.
Namun arsip yang kini saya ingin ceritakan itu
mengenai arsip kelompok belajar atau tepatnya teman sekelas saat duduk di
bangku SMP, saya tergabung dalam 1 kelompok kelas yaitu kelas VIII-B SMPN 1
Situraja tahun ajaran 2011-2012. Saat itu Wali Kelasnya Ibu Neneng Kartika Dewi,
S.Pd. Dan inilah pengurus kelas VIII-B saat itu : KM (Ketua Murid) saat itu
Rajib Pramana P, dengan Wakilnya yaitu Regy Tri N, yang menjadi Sekretaris
yaitu Lina Purnamasari, yang menjadi Bendahara yaitu Disi Mulia NS, dan saya
menjadi Seksi Absensi bersama dengan Widiawati. Jumlah siswa/i di kelas VIII-B
yaitu kurang lebih sebanyak 32 siswa/i kalau tidak salah laki-laki berjumlah 14
dan perempuan berjumlah 18. Di kelas ini saya merasa seperti keluarga bahkan
bersama Wali Kelas pun tak canggung lagi, kami menjalankan tugas dan
tanggungjawabnya sebagai pengurus kelas dengan baik. Dan itu pertama kalinya
saya menjadi bagian dari pengurus kelas di SMP. Dengan adanya pengurus kelas
akan berjalan tertib semuanya, baik itu kegiatan belajar mengajar, maupun
hubungan antar siswa/i.
Saat melanjutkan ke jenjang selanjutnya pun di SMA
saya termasuk dari pengurus kelas menjadi Seksi Absensi lagi dari kelas XI-XII,
karena di SMA N Situraja penjurusan itu pada saat kelas XI dan sampai kelas XII
pun kelasnya tidak di pecah maksudnya siswa/i nya tetap saat itu saya kelas
XI-4 IPS yang Wali Kelasnya yaitu Bpk Drs. Rd Pupu Karmasaputra. KM (Ketua
Murid) pada saat itu yaitu Dio Satria S, sekretaris Rina Suniarsih dan Herlinda
Lusyana, untuk Bendaharanya yaitu Puja Triandini dan saat itu saya menjadi
Wakil Seksi Absensi dengan Dea Resti sebagai seksi Absensi utamanya. Dan saat
di kelas XII pengurus kelasnya masih sama seperti kelas XI hanya saja ada
pergantian KM diganti menjadi Hedy Nurul H yang menjadi KM XII-4 IPS. Jumlah
siswa/i kelas XI berjumlah 38 orang, tapi ada siswi yang pindah jadi siswa/i
nya berjumlah 37, yaitu 14 orang siswa dan 23 orang siswi.
Foto buku Agenda kelas VIII-B
Hanya sekian ulasan mengenai Arsip Kelompok yang
saya punya dan yang dapat saya ceritakan, semoga bermanfaat, sekian dan
terimakasih.
2.
ARSIP ORGANISASI
Yang selanjutnya akan saya ceritakan mengenai arsip
organisasi yang saya punya. Menurut KBBI Organisasi diartikan sebagai kelompok
kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
Sebagai makhluk sosial kita perlu berorganisasi dan juga bersosialisasi dengan
orang lain. Karena dalam berorganisasi antara anggota itu saling berinteraksi
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menurut Wikipedia, bentuk-bentuk organisasi itu
antara lain : organisasi politik, organisasi sosial, organisasi mahasiswa,
organisasi olahraga, organisasi sekolah, organisasi negara, organisasi pemuda
dan organisasi agama. Adapun manfaat dari berorganisasi kita dapat memperluas
pergaulan, belajar bertanggungjawab, tercapainya sebuah tujuan, menambah
wawasan, belajar berbicara di publik, melatih kepemimpinan, dan juga dapat
membentuk karakteristik seseorang.
Pertama kalinya saya berorganisasi pada saat duduk
di bangku SMP, saat itu saya masuk dalam program kegiatan ekstrakurikuler PMR di
SMPN 1 Situraja.
PMR (Palang Merah
Remaja)
Foto Logo Palang
Merah Indonesia
Foto Logo
Palang Merah Remaja Madya
Palang Merah Remaja (PMR)
adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota
remaja PMI (Palang Merah Indonesia), yang selanjutnya disebut PMR. Anggota PMR
merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan
kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip
dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta
mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Karakteristik PMR yaitu bersih, sehat, kepemimpinan,
peduli, kreatif, kerjasama, bersahabat dan ceria. Di Indonesia dikenal ada 3
tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau wilayah yaitu :
1.
PMR
Mula
adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna
slayer hijau muda. PMR Mula
berfungsi sebagai peer leadership,
yaitu dapat menjadi contoh/model keterampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
2.
PMR
Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah
Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit. PMR Madya berfungsi sebagai peer
support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya
agar dapat meningkatkan ketrampilan
hidup sehat.
3.
PMR
Wira
adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun).
Warna slayer kuning cerah. PMR Wira
berfungsi sebagai peer educator,
yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup sehat.
Adapun 7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit
Merah Internasional yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian,
Kesukarelaan, Kesatuan, Kesemesataan.
Saya bergabung di kegiatan ekstrakurikuler PMR itu
pada saat SMP berarti tingkatan PMRnya itu PMR Madya. Dari kegiatan itulah saya
mulai banyak teman, banyak pengalaman. Setiap latihan PMR merasa semangat,
kalau tidak salah 1 kali dalam seminggu yaitu setiap hari jum’at. Saya aktif di
ekskul itu dari kelas VII-VIII, karena kelas IX itu banyak tugas jadi saya
kurang aktif.
Di ekskul PMR saya banyak belajar mengenai
tanggungjawab, disiplin, saling menghargai, berbicara di depan umum, dilatih
untuk bisa mandiri, tiak takut terhadap masalah. Adapun di latihan PMR itu saya
belajar tentang pertolongan pertama, mengenali obat-obatan tradisional, sejarah
PMR, belajar mengenai pembuatan blangkar, dsb.
Untuk struktur organisasinya saya lupa lagi, tapi
kalau tidak salah ketuanya itu Evi Lutfi M. Saya juga mengikuti pelantikan
anggota PMR di SMP N 1 Situraja, dari sana saya belajar bertanggungjawab,
belajar saling menghargai, belajar saling melindungi, belajar disiplin, dan itu
pengalaman pertama saya dilatik. Berlanjut ke SMA saya mengikuti kegiatan
ektrakurikuler Pramuka (Praja Muda Karana).
Foto PDL PMR
SMPN 1 Situraja
Foto PIN sebagai tanda
telah mengikuti pelantikan PMR
Hanya sekian pengalaman berorganisasi yang pernah
saya ikuti, sungguh berorganisasi itu banyak manfaatnya, semoga kita semua
menjadi manusia yang berguna bangi sesamanya dan semoga artikel saya ini
bermanfaat untuk semua, sekian dan terimakasih.
3. ARSIP
BERNEGARA & BERMASYARAKAT
Yang selanjutnya saya akan menceritakan /
memaparkana mengenai Arsip Bernegara & Bermasyarakat yang saya ketahui.
Arsip Bernegara itu sangatlah dijaga oleh pemerintahan, karena itu bernilai
tinggi. Arsip negara itu berkaitan dengan keberadaan dan kelangsungan hidup
bangsa dan Negara yang harus dijaga keutuhan, keamanan dan keselamatannya.
Contoh arsip Negara itu banyak seperti adat istiadat, tarian daerah, bahasa
daerah, pancasila, bendera pusaka, teks proklamasi, dan masih banyak lagi.
Namun arsip bernegara yang kini saya paparkan yaitu mengenai Bendera Pusaka
Indonesia.
Bendera merupakan suatu simbol dari sebuah negara, Bendera
Merah Putih Negara Indonesia (Bendera Pusaka) menjadi salah satu arsip dan
bukti perjuangan bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan. Maka dari itu, bendera
pusaka disimpan dan diabadikan di salah satu museum di Jakarta.
SEJARAH
Foto2 Pertama
dikibarkan Bendera Pusaka
Bendera Pusaka dijahit oleh istri Soekarno yaitu
Fatmawati. Desain bendera dibuat berdasarkan bendera Majapahit pada abad ke-13,
yang terdiri dari sembilan garis berwarna merah dan putih tersusun secara
bergantian.
Bendera Pusaka pertama dinaikkan di rumah Soekarno
di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, setelah Soekarno membacakan Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia. Bendera dinaikkan pada tiang bambu oleh paskibraka yang
dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat. Setelah dinaikkan, lagu “Indonesia
Raya” kemudian dinyanyikan secara bersama-sama.
Pada tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia,
Bendera Pusaka dikibarkan siang dan malam. Setelah Belanda menguasai Jakarta
pada 1946, Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dalam koper Soekarno. Ketika
terjadi Operatie Kraai, Bendera Pudsaka dipotong dua lalu diberikan kepada
Husein Mutahar untuk diamankan Mutahar diharuskan untuk “menjaga bendera dengan
nyawa”. Walaupun kemudian ditangkap lalu melarikan diri dari tentara Belanda,
Mutahar berhasil membawanya kembali ke Jakarta, menjahit kembali, dan
memberikannya pada Soedjono. Soedjono lalu kemudian membawa benderanya ke
Soekarno, yang berada dalam pengasingan di Bangka. Setelah perang berakhir,
Bendera Pusaka selalu dinaikkan sekali di depan istana Negara pada Hari
Kemerdekaan. Namun karena kerapuhan bendera, sejak tahun 1968, bendera yang
dinaikkan di Istana Negara adalah replika yang terbuat dari sutra.
Bendera Pusaka berbahan katun Jepang (ada yang
menyebutkan bahan bendera tersebut adalah kain wool dari London) yang diperoleh
dari seorang Jepang. Bahan ini memang pada saat itu digunakan khusus untuk
membuat bendera-bendera negara di dunia karena terkenal dengan keawetannya,
bendera pusaka ini berukuran 276 x 200 cm. Sejak tahun 1946 sampai dengan 1968,
bendera tersebut hanya dikibarkan pada setiap hari ulang tahun kemerdekaan RI.
Sejak tahun 1969, bendera itu tidak pernah dikibarkan lagi dan sampai saat ini
disimpan di Istana Merdeka. Bendera itu sempat sobek di dua ujungnya, ujung
berwarna putih sobek sebesar 12 x 42 cm. Ujung berwana merah sobek sebesar 15 x
47 cm. Karena terlalu lama dilipat, lipatan-lipatan itu pun sobek dan warna di
sekitar lipatannya memudar.
ARTI & SIMBOLISME
Bendera Pusaka terdiri dari dua warna, merah di atas
dan putih di bawah dengan ratio 2:3. Warna merah melambangkan keberanian,
sementara warna putih melambangkan kesucian. Namun, juga terdapat arti lain,
salah satunya adalah merah melambangkan gula aren dan putih melambangkan nasi,
keduanya adalah bahan yang penting dalam masakan Indonesia.
Foto Bendera
Merah Putih saat ini
Itulah sejarah Bendera Merah Putih sebagai bendera
kebanggaan bangsa Indonesia. Bendera Merah Putih bukan sekedar bendera, butuh
perjuangan sampai titik darah untuk kemudian Bendera Merah Putih bisa
dikibarkan sebagai bendera Negara Republik Indonesia. Itulah ulasan mengena
arsip negara, semoga kita bisa menjadi generasi penerus yang cerdas dan bertanggungjawab.
Referensi
:
Itulah
beberapa arsip yang dapat saya ceritakan dan yang dapat saya paparkan, semoga artikel
ini bermanfaat untuk semua. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan
nama, kalimat ataupun perkataan yang kurang berkenan, sekian dan terimakasih.
Wassalamu’alaikum
wr.wb
#optimiselalu#inaaa








0 komentar:
Posting Komentar