Selasa, 03 Januari 2017

ARSIP-ARSIP

Diposting oleh Unknown di 22.36


Assalamu’alaikum wr.wb

Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan Arsip-arsip yang saya punya dan yang  saya ketahui. Yaitu mengenai arsip pribadi, arsip kelompok, arsip organisasi, dan arsip bernegara & bermasyarakat. Tapi untuk yang arsip pribadi itu sudah saya ceritakan dan paparkan sebelumnya yaitu mengenai silsilah pendidikan dan silsilah keluarga silahkan bisa dicek di Arsip Blog saya.

1.       ARSIP KELOMPOK

Kali ini saya akan mengulas mengenai Arsip Kelompok saya. Menurut KBBI Kelompok diartikan sebagai kumpulan, golongan, kumpulan manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adat-istiadat dan sistem norma yang mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu. Menurut saya kelompok yaitu kumpulan manusia yang saling berinteraksi dan mempunyai kepentingan yang sama atau memiliki tujuan yang sama.

Kelompok itu macam-macam ada kelompok bermain, kelompok belajar, kelompok mengaji, kelompok se-daerah, dll. Saya memiliki kelompok bermain, awalnya itu kami bergabung dari kelas VIII SMP sampai saat ini kami sering berkumpul kami juga suka sekali baca novel kita sering tukar novel satu sama lain. Kami terdiri dari 4 orang termasuk saya.

Namun arsip yang kini saya ingin ceritakan itu mengenai arsip kelompok belajar atau tepatnya teman sekelas saat duduk di bangku SMP, saya tergabung dalam 1 kelompok kelas yaitu kelas VIII-B SMPN 1 Situraja tahun ajaran 2011-2012. Saat itu Wali Kelasnya Ibu Neneng Kartika Dewi, S.Pd. Dan inilah pengurus kelas VIII-B saat itu : KM (Ketua Murid) saat itu Rajib Pramana P, dengan Wakilnya yaitu Regy Tri N, yang menjadi Sekretaris yaitu Lina Purnamasari, yang menjadi Bendahara yaitu Disi Mulia NS, dan saya menjadi Seksi Absensi bersama dengan Widiawati. Jumlah siswa/i di kelas VIII-B yaitu kurang lebih sebanyak 32 siswa/i kalau tidak salah laki-laki berjumlah 14 dan perempuan berjumlah 18. Di kelas ini saya merasa seperti keluarga bahkan bersama Wali Kelas pun tak canggung lagi, kami menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengurus kelas dengan baik. Dan itu pertama kalinya saya menjadi bagian dari pengurus kelas di SMP. Dengan adanya pengurus kelas akan berjalan tertib semuanya, baik itu kegiatan belajar mengajar, maupun hubungan antar siswa/i.

Saat melanjutkan ke jenjang selanjutnya pun di SMA saya termasuk dari pengurus kelas menjadi Seksi Absensi lagi dari kelas XI-XII, karena di SMA N Situraja penjurusan itu pada saat kelas XI dan sampai kelas XII pun kelasnya tidak di pecah maksudnya siswa/i nya tetap saat itu saya kelas XI-4 IPS yang Wali Kelasnya yaitu Bpk Drs. Rd Pupu Karmasaputra. KM (Ketua Murid) pada saat itu yaitu Dio Satria S, sekretaris Rina Suniarsih dan Herlinda Lusyana, untuk Bendaharanya yaitu Puja Triandini dan saat itu saya menjadi Wakil Seksi Absensi dengan Dea Resti sebagai seksi Absensi utamanya. Dan saat di kelas XII pengurus kelasnya masih sama seperti kelas XI hanya saja ada pergantian KM diganti menjadi Hedy Nurul H yang menjadi KM XII-4 IPS. Jumlah siswa/i kelas XI berjumlah 38 orang, tapi ada siswi yang pindah jadi siswa/i nya berjumlah 37, yaitu 14 orang siswa dan 23 orang siswi.

Foto buku Agenda kelas VIII-B


Hanya sekian ulasan mengenai Arsip Kelompok yang saya punya dan yang dapat saya ceritakan, semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.



2.   ARSIP ORGANISASI

Yang selanjutnya akan saya ceritakan mengenai arsip organisasi yang saya punya. Menurut KBBI Organisasi diartikan sebagai kelompok kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai makhluk sosial kita perlu berorganisasi dan juga bersosialisasi dengan orang lain. Karena dalam berorganisasi antara anggota itu saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Wikipedia, bentuk-bentuk organisasi itu antara lain : organisasi politik, organisasi sosial, organisasi mahasiswa, organisasi olahraga, organisasi sekolah, organisasi negara, organisasi pemuda dan organisasi agama. Adapun manfaat dari berorganisasi kita dapat memperluas pergaulan, belajar bertanggungjawab, tercapainya sebuah tujuan, menambah wawasan, belajar berbicara di publik, melatih kepemimpinan, dan juga dapat membentuk karakteristik seseorang.

Pertama kalinya saya berorganisasi pada saat duduk di bangku SMP, saat itu saya masuk dalam program kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMPN 1 Situraja.

PMR (Palang Merah Remaja)

Foto Logo Palang Merah Indonesia          

Foto Logo Palang Merah Remaja Madya


Palang Merah Remaja (PMR)
adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI (Palang Merah Indonesia), yang selanjutnya disebut PMR. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Karakteristik PMR yaitu bersih, sehat, kepemimpinan, peduli, kreatif, kerjasama, bersahabat dan ceria. Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau wilayah yaitu :
1.    PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda. PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi contoh/model keterampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
2.    PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit. PMR Madya berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya agar dapat meningkatkan  ketrampilan hidup sehat.
3.    PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah. PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup sehat.
Adapun 7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, Kesemesataan.
Saya bergabung di kegiatan ekstrakurikuler PMR itu pada saat SMP berarti tingkatan PMRnya itu PMR Madya. Dari kegiatan itulah saya mulai banyak teman, banyak pengalaman. Setiap latihan PMR merasa semangat, kalau tidak salah 1 kali dalam seminggu yaitu setiap hari jum’at. Saya aktif di ekskul itu dari kelas VII-VIII, karena kelas IX itu banyak tugas jadi saya kurang aktif.

Di ekskul PMR saya banyak belajar mengenai tanggungjawab, disiplin, saling menghargai, berbicara di depan umum, dilatih untuk bisa mandiri, tiak takut terhadap masalah. Adapun di latihan PMR itu saya belajar tentang pertolongan pertama, mengenali obat-obatan tradisional, sejarah PMR, belajar mengenai pembuatan blangkar, dsb.

Untuk struktur organisasinya saya lupa lagi, tapi kalau tidak salah ketuanya itu Evi Lutfi M. Saya juga mengikuti pelantikan anggota PMR di SMP N 1 Situraja, dari sana saya belajar bertanggungjawab, belajar saling menghargai, belajar saling melindungi, belajar disiplin, dan itu pengalaman pertama saya dilatik. Berlanjut ke SMA saya mengikuti kegiatan ektrakurikuler Pramuka (Praja Muda Karana).

Foto PDL PMR SMPN 1 Situraja
 

Foto PIN sebagai tanda telah mengikuti pelantikan PMR


Hanya sekian pengalaman berorganisasi yang pernah saya ikuti, sungguh berorganisasi itu banyak manfaatnya, semoga kita semua menjadi manusia yang berguna bangi sesamanya dan semoga artikel saya ini bermanfaat untuk semua, sekian dan terimakasih.




3.   ARSIP BERNEGARA & BERMASYARAKAT


Yang selanjutnya saya akan menceritakan / memaparkana mengenai Arsip Bernegara & Bermasyarakat yang saya ketahui. Arsip Bernegara itu sangatlah dijaga oleh pemerintahan, karena itu bernilai tinggi. Arsip negara itu berkaitan dengan keberadaan dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara yang harus dijaga keutuhan, keamanan dan keselamatannya. Contoh arsip Negara itu banyak seperti adat istiadat, tarian daerah, bahasa daerah, pancasila, bendera pusaka, teks proklamasi, dan masih banyak lagi. Namun arsip bernegara yang kini saya paparkan yaitu mengenai Bendera Pusaka Indonesia.

Bendera merupakan suatu simbol dari sebuah negara, Bendera Merah Putih Negara Indonesia (Bendera Pusaka) menjadi salah satu arsip dan bukti perjuangan bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan. Maka dari itu, bendera pusaka disimpan dan diabadikan di salah satu museum di Jakarta.


SEJARAH




Foto2 Pertama dikibarkan Bendera Pusaka



Bendera Pusaka dijahit oleh istri Soekarno yaitu Fatmawati. Desain bendera dibuat berdasarkan bendera Majapahit pada abad ke-13, yang terdiri dari sembilan garis berwarna merah dan putih tersusun secara bergantian.

Bendera Pusaka pertama dinaikkan di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, setelah Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Bendera dinaikkan pada tiang bambu oleh paskibraka yang dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat. Setelah dinaikkan, lagu “Indonesia Raya” kemudian dinyanyikan secara bersama-sama.

Pada tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia, Bendera Pusaka dikibarkan siang dan malam. Setelah Belanda menguasai Jakarta pada 1946, Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dalam koper Soekarno. Ketika terjadi Operatie Kraai, Bendera Pudsaka dipotong dua lalu diberikan kepada Husein Mutahar untuk diamankan Mutahar diharuskan untuk “menjaga bendera dengan nyawa”. Walaupun kemudian ditangkap lalu melarikan diri dari tentara Belanda, Mutahar berhasil membawanya kembali ke Jakarta, menjahit kembali, dan memberikannya pada Soedjono. Soedjono lalu kemudian membawa benderanya ke Soekarno, yang berada dalam pengasingan di Bangka. Setelah perang berakhir, Bendera Pusaka selalu dinaikkan sekali di depan istana Negara pada Hari Kemerdekaan. Namun karena kerapuhan bendera, sejak tahun 1968, bendera yang dinaikkan di Istana Negara adalah replika yang terbuat dari sutra.

Bendera Pusaka berbahan katun Jepang (ada yang menyebutkan bahan bendera tersebut adalah kain wool dari London) yang diperoleh dari seorang Jepang. Bahan ini memang pada saat itu digunakan khusus untuk membuat bendera-bendera negara di dunia karena terkenal dengan keawetannya, bendera pusaka ini berukuran 276 x 200 cm. Sejak tahun 1946 sampai dengan 1968, bendera tersebut hanya dikibarkan pada setiap hari ulang tahun kemerdekaan RI. Sejak tahun 1969, bendera itu tidak pernah dikibarkan lagi dan sampai saat ini disimpan di Istana Merdeka. Bendera itu sempat sobek di dua ujungnya, ujung berwarna putih sobek sebesar 12 x 42 cm. Ujung berwana merah sobek sebesar 15 x 47 cm. Karena terlalu lama dilipat, lipatan-lipatan itu pun sobek dan warna di sekitar lipatannya memudar.



ARTI & SIMBOLISME



Bendera Pusaka terdiri dari dua warna, merah di atas dan putih di bawah dengan ratio 2:3. Warna merah melambangkan keberanian, sementara warna putih melambangkan kesucian. Namun, juga terdapat arti lain, salah satunya adalah merah melambangkan gula aren dan putih melambangkan nasi, keduanya adalah bahan yang penting dalam masakan Indonesia.


Foto Bendera Merah Putih saat ini


Itulah sejarah Bendera Merah Putih sebagai bendera kebanggaan bangsa Indonesia. Bendera Merah Putih bukan sekedar bendera, butuh perjuangan sampai titik darah untuk kemudian Bendera Merah Putih bisa dikibarkan sebagai bendera Negara Republik Indonesia. Itulah ulasan mengena arsip negara, semoga kita bisa menjadi generasi penerus yang cerdas dan bertanggungjawab.




Referensi :







Itulah beberapa arsip yang dapat saya ceritakan dan yang dapat saya paparkan, semoga artikel ini bermanfaat untuk semua. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan nama, kalimat ataupun perkataan yang kurang berkenan, sekian dan terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr.wb

#optimiselalu#inaaa

0 komentar:

Posting Komentar

 

Trisnawati Marlinda... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea